Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Lawan Lorenzo di Valencia, Rossi Minta Balapan yang Adil

November 04, 2015 0

VALENCIA - Sadar posisinya di Grand Prix Valencia bakal sulit akibat hukuman penalti, Valentino Rossi berharap Pengadilan Arbitrase Olah Raga (CAS) bisa mengabulkan gugatannya. Ia berharap bisa bersaing dengan Lorenzo secara adil yakni mendapat start dari posisi yang sama dengan rekan satu timnya tersebut.

Saat ini Rossi sedang dijatuhi hukuman oleh Race Direction MotoGP setelah dianggap sengaja menjatuhkan Marc Marquez di Grand Prix Malaysia. Akibatnya, pembalap Movistar Yamaha itu mesti start dari posisi terbuncit di Grand Prix Valencia, 8 November mendatang.

Kini, Rossi sedang mengajukan banding kepada CAS setelah bandingnya kepada FIM ditolak. Tak mau hukuman membuatnya sulit bersaing dengan Lorenzo, The Doctor berharap bisa mendapat keringanan.

"Saya masih menunggu keputusan CAS, tapi saya harap bisa mendapatkan hadiah dengan memulai start dari posisi yang sama dengan Lorenzo," ucapnya dilansir Marca, Kamis (5/11/2015).

Banding hukuman Rossi bakal diputuskan pada Jumat (6/11/2015) waktu setempat. Dalam upaya tersebut, Lorenzo memohon intervensi kepada CAS atas banding rekannya yang kemudian langsung ditolak.


Sikap Intervensi Lorenzo ke Rossi Bikin Yamaha Kesal

November 04, 2015 0

LESMO - Keputusan Jorge Lorenzo yang meminta diri berpartisipasi dalam banding rekan satu timnya Valentino Rossi ke Pengadilan Arbitrase Olah Raga (CAS) membuat pihak Yamaha berang. Direktur Komunikasi Yamaha William Favero menyayangkan sikap pembalap MotoGP asal Spanyol itu yang seolah dirugikan kendati hukuman Rossi bukanlah urusannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lorenzo mengajukan 'Permintaan Intervensi' kepada CAS atas banding yang diajukan Rossi pada 2 November kemarin. Pembalap Italia itu memang sedang mencari pembelaan dari hukuman penalti setelah terlibat insiden dengan pembalap Repsol Honda Marc Marquez di Grand Prix Malaysia.

CAS pun menolak menerima Lorenzo masuk dalam kisruh yang terjadi antara Rossi dan Marquez. CAS bergeming kasus tersebut hanya bakal mengaitkan Rossi sebagai penggugat, dan Federation Internationale Motorcyclisme (FIM) sebagai tergugat.

Menanggapi hal tersebut, Yamaha mengeluarkan pernyataan yang mengaku kesal dengan sikap Lorenzo. Mereka menyayangkan sikap Lorenzo yang merasa dirugikan.

"Kami tidak mengerti bagaimana anda bisa merasa jadi pihak yang dirugikan dalam urusan yang melibatkan Rossi dan Marquez. Kami kecewa dia (Lorenzo) telah mengambil sikap inisiatif tanpa memberi tahu kami, sesuatu yang Rossi lakukan sebelum memulai banding kepada CAS," tegas Favero dilansir Marca, Kamis (5/11/2015).

"Kami coba memisahkan diri dari masalah ini dan entah kami tak mengerti mengapa Jorge coba masuk dalam cerita yang bukan miliknya," tambah Favero yang merujuk pada komentar Lorenzo setelah Rossi dihukum di Malaysia.

Sikap intervensi Lorenzo terkait insiden Rossi vs Marquez kali ini memang bukan yang pertama. Sebelumnya pembalap berusia 28 tahun itu meminta Race Direction MotoGP menghukum berat seniornya di Yamaha atas apa yang dilakukan kepada Marquez.


Soal Hukuman Rossi, CAS Tolak Intervensi Lorenzo

November 03, 2015 0

ZURICH - Pengadilan Arbitrase Olah Raga (CAS) menolak intervensi yang diajukan oleh Jorge Lorenzo mengenai upaya banding Valentino Rossi untuk menggugurkan hukuman yang dijatuhkan Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM). Itu diketahui dalam sebuah pernyataan resmi mereka.

Rossi mendapat hukuman penalti oleh Race Direction MotoGP setelah dianggap menjatuhkan Marquez di Grand Prix Malaysia kemarin. Akibatnya, ia mesti start dari posisi terbuncit di seri terakhir Valencia yang mana memberi Jorge Lorenzo peluang lebih besar untuk mengunci gelar juara.

Kubu The Doctor sejatinya sudah mengajukan banding kepada Federation Internationale Motorcyclismo (FIM) yang langsung ditolak. Kini, banding kedua akan diajukan Rossi kepada CAS yang berkantor di Swiss. Dan, Pengadilan Arbitrase OIah Raga baru akan memutuskan banding kekasih Linda Morselli pada Jumat (6/11/2015).

Berikut pernyataan resmi CAS seperti dikutip dari Foxsports, Rabu (4/11/2015)

Hari ini, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menolak Permintaan Intervensi yang diajukan oleh pembalap MotoGP Spanyol, Jorge Lorenzo. Pada 2 November 2015, pengacara Lorenzo mengajukan permintaan Intervensi agar dapat berpartisipasi atas namanya di arbitrase CAS dalam kasus Valentino Rossi dan FIM. Sore ini, CAS memberitahu pihak bahwa permintaan Mr Lorenzo ditolak

Dengan demikian kasus ini akan tetap berlangsung antara Valentino Rossi dan FIM. Keputusan atas permintaan Mr Rossi untuk menggugurkan keputusan FIM Steward masih diharapkan dan akan diterbitkan paling lambat 6 November 2015.


Bos Yamaha Bakal Ngeri Liat Rossi di Valencia

November 03, 2015 0

SEPANG - Bos Yamaha Lin Jarvis menyebut insiden yang terjadi antara Valentino Rossi dan Marc Marquez di Grand Prix Malaysia kemarin telah memancing motivasi terbesar pembalapnya di seri penentuan Valencia, 8 November mendatang. Menurutnya, The Doctor bakal terlecut mengejar trofi juara MotoGP atas apa yang sudah dialaminya.

Rossi mendapat penalti usai dihukum Race Direction MotoGP yang dianggap menendang Marquez di Sirkuit Internasional Sepang, akhir pekan kemarin. Akibatnya, Rossi dihukum start dari posisi buncit di Grand Prix Valencia yang jelas memberikan peluang bagi Jorge Lorenzo.

Menanggapi kasus tersebut, Jarvis menunjukkan sikap optimistis pada Rossi. Dia yakin kasusnya justru membuat pembalap Italia itu terlecut mengulangi musim terbaiknya untuk merebut gelar juara dunia kesepuluhnya.

"Jika anda tahu, kasus ini membuat dia lebih termotivasi untuk kembali dan mencoba mengulang musim terbaiknya, anda harus ingat itu. Dia unggul tujuh poin dan mendapat kerugian start dari belakang. Namun, apa pun bisa terjadi dalam balap," ucap Jarvis dilansir Bike sport news, Rabu (28/10/2015).

"Anda tidak pernah tahu apakah saya bisa menyelamatkannya. Apa pun bisa terjadi. Saya pernah menyaksikan balapan di Valencia di mana saya yakin sampai mati Rossi bakal juara, namun kenyataannya tidak sebab dia melakukan kesalahan. MotoGP sangat ketat sementara Jorge punya banyak peluang untuk menang, tapi saya tegaskan dia masih tertinggal tujuh poin," imbuhnya.

Rossi sendiri memang menegaskan bakal tampil di Valencia meski sempat mengancam bakal absen. Hal itu jelas jadi sinyal bahaya bagi pesaingnya.


Yang Dilakukan Marquez Tidak Adil

November 01, 2015 0

MORMES LES MIMOSAS – Rider Tech3 Yamaha, Pol Espargaro, menyebut penyerangan yang dilakukan Marc Marquez terhadap Rossi merupakan hal yang “tidak adil”. Di Sepang, dua pembalap tersebut terlibat insiden yang cukup memberikan kerugian bagi keduanya.
Pol menyebutkan, Marquez dan Rossi sebelumnya sudah terlibat adu argumen yang dilanjutkan di lintasan balap. Beberapa pihak menyatakan The Baby Alien melakukan intervensi kepada The Doctor yang menyebabkan emosinya memuncak.
Alhasil, Rossi pun melakukan hal yang cukup tercela (menenang Marquez) sehingga rider dengan nomor balap 93 itu harus mengakhiri balapan di lap tujuh. Atas insiden tersebut, Rossi pun akhirnya diberikan penalti empat poin (start dari posisi belakang) saat mengaspal di Valencia 8 November 2015.
“Saya bisa memahami frustrasi Rossi karena terganggu Marquez. Tapi satu yang tidak bisa diterima, Rossi sengaja mengangkat kaki dan menyentuh motor Marquez,” ujar pembalap 24 tahun itu, seperti dilansir Speedweek, Senin (2/11/2015).
“Di sisi lain, apa yang ditampilkan Marquez tidak adil. Dia bermain dengan kesempatan gelar juara dunia Rossi. Tapi saya cukup terkejut, bahwa pembalap yang sudah berpengalaman seperti Rossi bereaksi seperti itu,” tutupnya.

Marquez Pembalap Tak Terduga

November 01, 2015 0

BOLOGNA – Pembalap Ducati, Andrea Iannone, sebelumnya enggan mengungkapkan siapa yang benar di antara Marc Marquez dan Valentino Rossi di insiden GP Malaysia. Meski begitu, Iannone mengakui Marquez memang selalu punya cara sendiri saat membalap.
Rossi menuduh Marquez bekerja sama dengan Jorge Lorenzo setelah menunjukkan cara membalap yang “aneh” di GP Australia. Saat itu, The Baby Alien dinilai sengaja melambatkan lajunya untuk mengganggu Rossi, sebelum akhirnya tancap gas untuk memenangkan lap terakhir dari Lorenzo.
Saat ditanya tentang hal yang dianggap sebagai awal mula panasnya hubungan Rossi-Marquez itu, Iannone mengaku sulit memberikan opininya. Meski demikian, pembalap 25 tahun mengakui Marquez sebagai pembalap yang tak terduga.
“Sulit untuk memberikan suatu opini. Di dalam lomba, banyak faktor yang bekerja sama. Tidak mudah memang bertarung melawan Marquez. Dia selalu memiliki caranya sendiri,” ujar Iannone, seperti dimuat Speedweek, Senin (2/11/2015).
Pembalap berjuluk The Maniac Joe itu juga tidak tahu apakah keberhasilan Marquez yang tiba-tiba menyalip Lorenzo untuk memenangkan GP Australia saat itu terjadi karena kekuatan yang dimiliki motor Honda. Ia rasa, hal itu bisa saja benar mau pun salah.
“Sayangnya saya tidak membalap untuk Honda. Jadi, saya tidak bisa menilai kecepatannya,” terang pembalap berpaspor Italia itu.

Manajer Marquez Kutuk Insiden Penyerangan Dua Wartawan Italia

November 01, 2015 0

CERVERA - Emilio Alzamora mengutuk tindak kekerasan yang dilakukan dua wartawan asal Italia terhadap Marc Marquez di kediaman orang tuanya di Cervera, Spanyol. Menurut sang manajer, penyerangan itu dilakukan atas reaksi yang terjadi di GP Malaysia.

Alzamora menegaskan peristiwa pengeroyokan ini jauh dari batas olahraga dan ini seharusnya tidak terjadi. Yang penting sekarang adalah Marquez tidak mengalami cedera serius dan ia dipastikan bakal tampil di seri terakhir yang berlangsung di GP Valencia, 8 November mendatang.

"Anda semua sudah mengetahui peristiwa yang dialami Marc di rumah orang tuanya. Ini jelas sudah melampaui batas-batas olahraga dan hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi. Tentu saja kami akan mengambil tindakan hukum. Tapi yang terpenting sekarang adalah bahwa Marc, ok. Seperti biasa dia bakal mempersiapkan balapan berikutnya dan sejauh ini ia sudah banyak melatih kemampuan balapnya dan memiliki rutinitas yang normal," kata Alzamora seperti dikutip Speedweek, Minggu (1/11/2015).

Mengingat insiden ini, Alzamora meminta kepada semua pihak untuk menghormati kehidupan pribadi pembalap dan keluarganya. Karena ia layak untuk dihormati.

"Situasi ini jauh dari normal dan kami ingin memastikan bahwa Marc dapat mempersiapkan diri untuk grand prix terakhir dan melanjutkan kehidupan secara normal. Marc dan keluarganya layak untuk dihormati, "tukas Alzamora.

Ini jauh berbanding terbalik dengan pernyataan pihak Le Lene. Salah satu program yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi di Italia menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Alessando Onis dan Stefano Corti diperintah untuk menyerahkan trofi "Cup of Shit" kepada Marquez.

Ini salah satu penghargaan khusus yang diciptakan untuk merayakan apa yang terjadi di Sepang, selama insiden senggolan dengan Valentino Rossi. Sayang, kedatangan Onis dan Corti justru memicu perseteruan dan mengakibatkan perkelahian. Bahkan kamera video yang dibawa mengalami kerusakan parah. Akibat peristiwa ini, Onis dan Corti berada di salah satu rumah sakit di Spanyol untuk menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya tersebut.


Pengamat MotoGP Klaim Honda dan Ducati Enggak Cocok buat Lorenzo

November 01, 2015 0

MALLORCA - Rumor pemecatan Jorge Lorenzo dari tim Movistar Yamaha sempat berhembus kencang. Sikap X-Fuera yang tak membela Rossi terkait insiden dengan Marc Marquez di Grand Prix Malaysia menjadi salah satu alasan.

Alasan Lorenzo tak membela Rossi karena dia adalah salah satu kandidat juara di musim ini. Pembalap berkebangsaan Spanyol itu selisih tujuh poin dari rekan setimnya yang juga pimpinan klasemen sementara. Tapi di balik rivalitas duo joki tim Garpu Tala ada hal menarik, yakni tentang masa depan mereka di ajang kuda besi MotoGP.

Kontrak Lorenzo dan Rossi akan berakhir pada musim depan. Artinya, ini akan menjadi topik menarik usai balapan seri terakhir di GP Valencia, 8 November mendatang. Apalagi sempat beredar isu bahwa pemilik nomor 99 itu siap bergabung dengan kompatriot Repsol Honda atau Ducati jika ia benar-benar dipecat.

Menanggapi susunan pembalap kuda besi pada tahun depan, pengamat MotoGP Carlo Pernat secara tegas mengatakan bahwa situasi ini diprediksi bakal panas dan Dorna harus mengambil kontrol atau setidaknya menemukan solusi terkait permasalahan ini. Sebab karier Dani Pedrosa, Andrea Iannone, dan Andrea Dovizioso ikut terseret.

Pernat menambahkan tidak mungkin Honda berani menduetkan Lorenzo dan Marquez, karena keduanya sangat berambisi merebut gelar juara dunia dan itu justru bakal menyebabkan perpecahan. Pertimbangan matang pun akan dilakukan tim asal Italia, ketika masa depan runner up 2013 ditentukan pada Mei mendatang.

"Iannone memiliki kontrak dengan Ducati hingga 2016 mendatang, sama seperti Lorenzo dengan Yamaha. Tapi sekali lgi, karakter yang kuat dari kedua pembalap tidak mungkin untuk menjadi rekan setim. Sama halnya dengan Honda, membentuk tim Lorenzo dan Marquez pasti akan menyebabkan friksi," demikian analisa Pernat seperti dkutip Motorsport, Minggu (1/11/2015).

Lebih lanjut, manajer Iannone berkata: "Di balik semua kekacauan ini ada beberapa perkembangan jelas bisa terjadi. Dan jika itu terjadi, Dorna pelu mengambil sikap atau terlibat dalam situasi ini. Karena tidak mungkin untuk memutus kontrak pembalap, karena konsekuensi keuangan yang serius. Meskipun pembalap bisa memutuskan untuk berpindah tim, tapi yang jelas setiap ada perubahan Dorna perlu mengetahui."

Solusi lain mungkin akan dilakukan jika tim Yamaha membarui kontrak Rossi dan Lorenzo. Mereka bisa bekerja untuk membagi dua tim, yakni The Doctor dengan timnya sendiri dan Lorenzo bermitra bersama pembalap lain.

"Beberapa skenario kemungkinan sudah dipersiapkan. Tapi saya pikir beberapa kontrak dapat diubah bahkan jika Mereka Sudah ditandatangani. Kita tunggu saja perkembangan apa yang terjadi setelah musim ini berakhir dan apa yang bisa dilakukan," tutup Pernat.

source: http://sports.sindonews.com/read/1057937/49/pengamat-motogp-klaim-honda-dan-ducati-enggak-cocok-buat-lorenzo-1446367950
x

Entri yang Diunggulkan

my favourite interior trends this season