Tampilkan postingan dengan label Novel Naruto Hiden Series. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel Naruto Hiden Series. Tampilkan semua postingan

Hal Menarik Yang Terjadi di Naruto Shippuden 489

Januari 13, 2017 0

Episode filler Sasuke Shinden berakhir melalui Naruto Shippuden 488 yang telah ditayangkan Kamis minggu lalu, 5 Januari 2017. Episode tersebut mengisahkan klimaks perjalanan Sasuke dalam misi penebusan kesalahannya kepada Konoha, yang berujung pada terungkapnya sejarah kelam suku Uchiha yang pernah menjadi dalang musnahnya salah satu suku shinobi yang sangat kuat penguasa Kekkei Genkai jenis Dojutsu, yaitu Chinoike.

Kemudian kemarin, Naruto Shippuden berlanjut melalui Naruto Shippuden 489 yang telah ditayangkan kemarin, 12 Januari 2017 dengan kisah shinobi yang dikenal malas (namun sekaligus jenius) Shikamaru dengan judul Naruto Shippuden Episode 489 – Shikamaru’s Story: A Cloud Drifting in the Silent Dark, Part 1: The State of Affairs.

Seperti kisah Sasuke, misi yang di jalani Shikamaru dalam filler ini mengambil latar setelah chapter 699 dari manganya, dan diadaptasi dari novel Shikamaru Hiden: A Cloud Drifting in Silent Darkness yang ditulis oleh Takashi Yano, dan digambar oleh Masashi Kishimoto. Novel ini tidak lama lagi bakal diterjemahkan ke bahasa Inggris dan dirilis pada 2 Februari 2017.


Bicara latar waktu, seharusnya Shikamaru Hiden ini terjadi sebelum Sasuke Shinden. namun karena Studio Pierrot menganimasukan seri novel Naruto secara terbalik, maka kalian bakal sedikit kebingungan menyinggung alur waktu Naruto.

Shikamaru Hiden merupakan novel ke-2 dari 6 novel epilog Naruto, yang dirilis 4 Maret 2015 lalu, ditulis oleh Takashi Yano, dengan ilustrasi masih dipegang oleh Masashi Kishimoto. Novel sepanjang 226 halaman ini menceritakan mengenai pertarungan Jounin Shikamaru Nara dengan pengguna genjutsu terkuat.

Sedangkan melalui episode 489 anime Naruto Shippuden, kalian bisa menikmatinya dengan lebih mudah dipahami dalam bentuk animasi. Selain lebih jelas menggambarkan seperti apa keadaan Konoha masa kini, berikut beberapa hal penting dan menarik yang perlu kalian ketahui selama Part 1 (dari total lima bagian), The State of Affairs.

1. Setelah Kakashi Hiden, Sebelum The Last Naruto

Shikamaru Hiden ini sendiri mengambil latar waktu dua tahun pasca Perang Shinobi keempat, atau lebih tepatnya setelah cerita dalam novel Kakashi Hiden (yang sudah diterjemahkan juga), setelah Sasuke meninggalkan Konoha dalam rangka misi penebusannya, serta sebelum film The Last: Naruto the Movie.


Pasca perang, dimana-mana, telah mewabah beberapa insiden orang (shinobi) yang menghilang secara misterius. Bagitu juga di Konoha, Sai diketahui menghilang… Menurut Kakashi, Shinobi yang menghilang diketahui menuju ke suatu Negara berkembang yang misterius bernama “Negara Keheningan” (Land of Silence). Shikamaru mendapat Misi untuk membunuh kepala Negara Keheningan tersebut.


Negara Keheningan ini sendiri merupakan negara yang dipimpin para samurai di sebuah benua yang jauh. Sebuah negara kecil yang dikelilingi pegunungan serta menjalankan ekonomi pedesaan yang sesuai standar Negara Api. Ibukotanya disebut Curtain Village/Desa Tirai. Negara Keheningan pernah dipimpin oleh seorang daimyō, namun daimyō terseut digulingkan oleh Gengo dan para anggota Enlightened Ones yang dipimpinnya. Gengo sendiri menguasai Floating Prisoner Castle yang berlokasi di pusat Desa Tirai.

2. Wajah Baru Konoha


Meskipun Sasuke Shinden terjadi jauh setelah perang Shinobi, namun baru filler Shikamaru ini yang memperlihatkan dengan lebih mendetail seperti apa wajah Konoha pasca perang. Salah satu bagian episode 489 menunjukkan seperti apa Konoha masa kini yang makin padat dan seakan makin luas wilayahnya. Perhatikan perbandingannya melalui gambar di atas.

3. Tabok no Jutsu



Setelah kocaknya momen munculnya Team Taka selama Naruto Shippuden 485, kita tidak mendapatkan momen kocak lainnya di tengah anime ini. Namun kemarin tanpa diduga, Temari yang merasa tidak puas dengan sikap Shikamaru karena menjawab pertanyaan dengan tanda tanya lainnya.

Ketika wakil dari desa lain menanyakan perkembangan penyelidikan banyaknya Shinobi yang menghilang pasca perang dan juga menurunnya permintaan atas jasa shinobi (imbas keadaan damai), Shikamaru meresponnya dengan jawaban yang diplomatis. Sayangnya, Temari tidak puas, dan memilih melancarkan Tabok no Jutsu pada calon suaminya ini. Begitu kuatnya, bahkan shinobi jenius tangan kanan Hokage ini langsung tumbang!


Yup, ini adegan terbaik di tengah Naruto Shippuden 489. Jangan macam-macam dengan cewek ketika mereka lagi “waktunya!”

4. Studio Pierrot Memang Alergi SasuSaku


Adegan di atas juga memperlihatkan jika memang Studio Pierrot sedikit menganaktirikan SasuSaku. Tidak ada sedikitpun momen keduanya bersama diperlihatkan (selain tepok jidat), dan akhirnya membuat banyak penggemar Sasuke dan Sakura protes keras. Ketika tidak ada adegan SasuSaku dalam episode 488 kemarin, justru dalam Shikamaru Hiden ini kalian mendapatkan momen yang sangat memorable Tabok no Jutsu di atas!

6. Mempersiapkan Naruto Menjadi Hokage


Dari percakapan Hokage Keenam dengan Shikamaru di awal episode ini, kalian akan tahu siapa yang tidak berubah, masih seperti anak kecil. Dan untuk itulah, ada Shikamaru yang membantu Naruto membimbingnya agar siap menjadi pengganti Kakashi nantinya. Kami menyukai penggalan kata-kata Shikamaru pada Naruto yang satu ini. Singkat, namun mampu memberikan semangat pada Naruto.


“Ambilah misi sebanyak mungkin agar semua orang berkata hanya Naruto yg bisa melakukannya. Jika kau pikir mereka mengenalmu karena kau pahlawan dalam perang besar, kau salah. Kau akan menjadi Hokage, jangan pernah lupakan itu.”

8. Makan Ramen Itu Aneh!


Ramen memang identik dengan Naruto, yang dari awal memang digambarkan menyukai mie instant Jepang ini. Namun ketika kalian ramen hampir setiap hari, atau saat pagi hari, ternyata itu lebih aneh dibandingkan jalan-jalan di pagi hari (menurut Shikamaru).

Well, pada kenyataannya, memakan semua jenis makanan secara berlebihan itu memang tidak baik ya gaes. Jangan hanya karena Naruto suka makan ramen (bahkan untuk sarapan, makan siang dan makan malam), kalian juga ikut-ikutan selalu makan ramen… hehehe! Bisa-bisa kalian akan beraroma bawang putih seperti Naruto!

9. Tim 10 vs Tim 7



Bicara Naruto, apalagi ada Kakashi di awal episode ini, kita tidak lepas dari Tim 7. Namun keseluruhan episode pertama ini mengenai Tim 10. Melihat Choji, Ino dan Shikamaru reunian benar-benar membangkitkan kenangan masa lalu bukan. Namun entah kenapa, ketika kalian masuk ke lagu ending, dan ternyata, lagi-lagi Tim 7 yang dipajang di sana, semuanya menjadi sangat sentimentil…

Bonus Artikel Ini!

10. Ending Baru

Seperti yang sudah kami tuliskan sebelumnnya, ending musik Naruto Shippuden baru dimainkan oleh band Rock Jepang, Swimy. Judul ending theme song ini adalah “Absolutely” (絶絶, Zetsu Zetsu), dan menjadi ending ke-40 yang memulai debutnya selama Naruto Shippuden 489 kemarin.

Musik Naruto Shippuden ini mereka sendiri yang menulisnya, dan belum pernah dipublikasikan, serta khusus dibuat untuk mengiringi episode filler baru Naruto Shippuden, mengingat vokalis dan gitaris Swimy, Takumi dan Taiki Roido, merupakan fans berat Naruto.


Swimy, kelompok band rock yang berada dalam naungan label Ariola Japan ini beranggotakan empat personel. Ada Takumi pada Vocal & Guitar, Heisei no Mao (平成のまお) di posisi Vocal & Bass, Mikke (みっけ) untuk Vocal & Drums, serta Taiki Roido (タイキロイド) yang memegang Guitar & Chorus.

Swimy dibentuk di Shiga Prefecture pada Mei 2011 lalu, serta mulai beraktivitas di wilayah Kansai. Tiga bulan setelah dibentuk, mereka merilis demo pertamanya, “Moshimo”, dan berhasil masuk pada top 10 musik indie selama 11 hari berturut-turut. Lagu demo keduanya, “Aquarium” dirilis Februari 2012, dan diikuti lagu demo ketiga, “Boku to Kimi” pada bulan Agustus. Selanjutnya pada bulan September, mereka mengadakan tur di 14 lokasi. Pada Agustus 2013, lagu demo keempatnya yang berjudul “Triangle” dirilis.

Setelah sukses dengan beberapa demo, pada Maret 2015 mereka dikontrak label baru Tower Records’, FIRE STARTER, dan merilis single terbatas, “Mascot ni Aritakute”. Kemudian pada bulan Juni, mereka mendistribusikan album pertamanya secara nasional, Raburu to Uchuu.


Diantara semua lagunya yang paling dikenal adalah single “Acchi Muite,” yang dirilis 2 Maret 2016 lalu di bawah label Sony, Ariola Japan. Mendukung lagu tersebut makin dikenal adalah karena digunakan sebagai ending theme anime Gintama.

Sumber

Ini Bocoran Filler Shikamaru Hiden

Januari 03, 2017 0
Sesuai dengan jadwal sebelumnya, minggu kemarin Naruto Shippuden libur, dan akan rilis kembali minggu ini, pada tanggal 5 Januari 2017 untuk mengakhiri filler berbasis novel Sasuke Shinden.

Episode 488 yang akan rilis tanggal 5 Januari 2017 ini mengisahkan klimaks perjalanan Sasuke dalam misi penebusan kesalahannya kepada Konoha, yang berujung pada terungkapnya sejarah kelam suku Uchiha yang pernah menjadi dalang musnahnya salah satu suku shinobi yang sangat kuat penguasa Kekkei Genkai jenis Dojutsu, yaitu Chinoike.
Kemudian berlanjut pada 12 Januari 2017 dilanjutkan dengan kisah Shikamaru (Shikamaru’s Story: A Cloud Drifting in Silent Darkness), serta Februari 2017 giliran cerita Hidden Leaf Village (Hidden Leaf Village’s Story: The Perfect Day for a Wedding).
Jika sebelumnya belum diungkapkan apa judul untuk episode filler yang mengangkat Shikamaru, maka kemarin mingguan Shonen Jump sudah membeberkannya. Setelah Sasuke Shinden mengakhiri dengan episode 488 yang berjudul The Last One, kita akan mulai melangkah dengan Shikamaru Hiden, yang mulai dianimasikan pada 12 Januari 2017 dengan judul The Wind and the Clouds.

EpisodeJudulTanggal Tayang
Libur!Tidak Rilis!29 Desember 2016
488Sasuke Shinden: Book of Sunrise – The Last One5 Januari 2017
489Shikamaru Hiden – The Wind and the Clouds12 Januari 2017

Shikamaru Hiden merupakan novel ke-2 dari 6 novel epilog Naruto, yang dirilis 4 Maret 2015 lalu, ditulis oleh Takashi Yano, dengan ilustrasi masih dipegang oleh Masashi Kishimoto. Novel sepanjang 226 halaman ini menceritakan mengenai pertarungan Jounin Shikamaru Nara dengan pengguna genjutsu terkuat.
Bagi penggemar kecerdikan dan taktisnya pemikiran Shikamaru bakalan dimanjakan dengan pertarungan seru dalam novelnya ini (dan semoga saja Studio Pierrot mampu memvisualisasikan pertarungan yang lebib seru dibandingkan Sasuke vs Fuushi tempo hari). Shikamaru sendiri juga pernah menghadapi ahli genjutsu suara Tayuya dari pasukan Orochimaru saat akan menyelesaikan misi untuk mengembalikan Sasuke ke desa Konoha.

Mengenai Shikamaru Hiden, berikut beberapa hal yang perlu kalian ketahui…

1. Latar Waktunya

Shikamaru Hiden ini sendiri mengambil latar waktu dua tahun pasca Perang Shinobi keempat. Pasca perang, dimana-mana, telah mewabah beberapa insiden orang (shinobi) yang menghilang secara misterius. Bagitu juga di Konoha, Sai diketahui menghilang… Menurut Kakashi, Shinobi yang menghilang diketahui menuju ke suatu Negara berkembang yang misterius bernama “Negara Keheningan” (Land of Silence). Shikamaru mendapat Misi untuk membunuh kepala Negara Keheningan tersebut.
2. Siapa yang Terlibat

Selain Shikamaru, Sai akan berperan besar dalam cerita kali ini. Bahkan, sebenarnya dialah yang menjadi dalang sampai Shikamaru yang harus ditunjuk dan turun tangan dalam menyelesaikan “masalah” yang dihadapinya di Negara Keheningan.

Namun yang paling dalam diperlihatkan, seperti Sasuke Shinden, adalah pengembangan diri Shikamaru. Melalui berbagai monolog yang kalian temui selama novelnya, kalian akan bisa lebih memahaminya secara mental.

Selain itu hubungan pertemangan antara Shikamaru dan Naruto juga diperlihatkan berkembang dengan baik. Shikamaru diperlihatkan seakan berada pada posisi sebagai ayah bagi Naruto, yang akan mendukung Naruto mencapai impiannya. Hubungan pertemangan antara keduanya yang diperlihatkan dalam cerita ini akan mengingatkan kalian pada Danzo dan Hiruzen.
Selain itu, hubungan antara Shikamaru dan Termari serta Sai dan Ino pun diperlihatkan lebih dalam di sini. Menilai bagaimana Studio Pierrot mengeksekusi Sasuke Shinden, memang perkembangan kedewasaan Sasuke tidak digambarkan sedetail novelnya (tentu saja karena batasan episode anime). Semoga saja Shikamaru Shiden bisa lebih baik penyampaiannya.

3. Negara Keheningan

Negara Keheningan ini sendiri merupakan negara yang digambarkan dalam novelnya dipimpin para samurai di sebuah benua yang jauh. Sebuah negara kecil yang dikelilingi pegunungan serta menjalankan ekonomi pedesaan yang sesuai standar Negara Api. Ibukotanya disebut Curtain Village/Desa Tirai. Negara Keheningan pernah dipimpin oleh seorang daimyō, namun daimyō terseut digulingkan oleh Gengo dan para anggota Enlightened Ones yang dipimpinnya. Gengo sendiri menguasai Floating Prisoner Castle yang berlokasi di pusat Desa Tirai.
Seperti Sasuke Shinden, penting bagi kalian memahami, khususnya jalan cerita novel ini. Dan akan lebih baik jika membaca materi aslinya, yaitu versi novelnya, sebagai pendamping selama menonton filler Naruto Shippuden yang terfokus pada Shikamaru Hiden ini. serta Sai dan Ino pun diperlihatkan lebih dalam di sini. Menilai bagaimana Studio Pierrot mengeksekusi Sasuke Shinden, memang perkembangan kedewasaan Sasuke tidak digambarkan sedetail novelnya (tentu saja karena batasan episode anime). Semoga saja Shikamaru Shiden bisa lebih baik penyampaiannya.

Untuk timeline novel Naruto yang dirilis resmi oleh Weekly Shōnen Jump, dan mencakup novel Hiden dan Shinden, bisa kalian lihat kembali di bawah:

1 Oktober, 17 tahun pasca kelahiran Naruto
Naruto Chapter #699
Naruto mengakhiri Sasuke pertarungan akhirnya.
Perang Dunia Shinobi keempat berakhir.
Beberapa bulan kemudian
Kakashi Hiden
Sasuke meninggalkan Konohagakure.
Dua tahun kemudian
Shikamaru Hiden
The Last: Naruto the Movie (hubungan Naruto dan Hinata mulai diperlihatkan lebih dalam di sini)
Beberapa bulan kemudian
Sakura Hiden (undangan pernikahan Naruto dan Hinata mulai disebar)
Konoha Hiden (Naruto dan Hinata bakal segera menikah, semua orang sibuk mencari hadiah)
Beberapa hari kemudian
Pernikahan Naruto dan Hinata
Beberapa bulan kemudian
Gaara berusia 20 tahun
Gaara Hiden (Naruto dan Hinata PASTI sudah menikah selama cerita novel ini)
Akatsuki Hiden
Sasuke Shinden
Sepuluh tahun kemudian
Naruto Chapter #700

Shikamaru Hiden: Yami Shijima Ukabu Kumo

Juli 19, 2015 0
Baca Novel Shikamaru Hiden: Yami Shijima Ukabu Kumo Bahasa Indonesia


NARUTO―シカマル秘伝 闇の黙に浮ぶ雲
NARUTO―Shikamaru Hiden: Yami no Shijima ni Ukabu Kumo
NARUTO―Shikamaru Hiden: A Cloud Drifting in Silent Darkness

Informasi
Penulis: Takashi Yano
Ilustrasi: Masashi Kishimoto
Tanggal Rilis: 4 Maret 2015
Detail: 226 Halaman
Harga: 650 Yen / $5 USD
Penerbit: Jump J Books, Shueisha

Shikamaru Hiden: Awan yang Mengambang Pada Heningnya Kegelapan (シカマル秘伝 闇の黙に浮ぶ雲, Shikamaru Hiden — Yami no Shijima ni Ukabu Kumo) adalah cerita asli yang ditulis oleh Takashi Yano dan diilustrasikan oleh Masashi Kishimoto. Novel ini adalah yang kedua dari seri Naruto Hiden.

Daftar Isi :
  • Chapter 01 [Baca]
  • Chapter 02 [Baca]
  • Chapter 03 [Baca]
  • Chapter 04 [Baca]
  • Chapter 05 [Baca]
  • Chapter 06 [Baca]
  • Chapter 07 [Baca]
  • Chapter 08 [Baca]
  • Chapter 09 [Baca]
  • Chapter 10 [Baca]
  • Chapter 11 [Baca]
  • Chapter 12 [Baca]
  • Chapter 13 [Baca]
  • Chapter 14 [Baca]
  • Chapter 15 [Baca]
  • Chapter 16 [Baca]
  • Chapter 17 [Baca]
  • Chapter 18 [Baca]
  • Chapter 19 [Baca]

Novel Kakashi Hiden: Hyōten no Ikazuchi

Juli 14, 2015 0
Baca Novel Kakashi Hiden: Hyōten no Ikazuchi Bahasa Indonesia


NARUTO―ナルト― カカシ秘伝 氷天の雷
NARUTO―Kakashi Hiden: Hyōten no Ikazuchi
NARUTO―Kakashi Hiden: Lightning of the Frozen Sky

Informasi
Penulis: Akira Higashiyama
Ilustrasi: Masashi Kishimoto
Tanggal Rilis: 4 Februari 2015 (Jepang)
  3 November 2015 (Inggris)
Detail: 224 Halaman (Jepang)
  205 Halaman (Inggris)
Harga: 700 Yen / $5.90 USD
Penerbit: Jump J Books, Shueisha

Kakashi Hiden: Petir di Langit Dingin (カカシ秘伝 氷天の雷, Kakashi Hiden — Hyōten no Ikazuchi) adalah cerita asli yang ditulis Akira Higashiyama dan diilustrasikan oleh Masashi Kishimoto. Novel ini adalah Novel pertama dari seri Naruto Hiden.

Daftar Isi :
  • Prolog : Orde Baru [Baca]
  • Chapter 01 : Keraguan [Baca]
  • Chapter 02 : Momen di Abad Ini [Baca]
  • Chapter 03 : Serangan Udara [Baca]
  • Chapter 04 : Pesan Tersampaikan [Baca]
  • Chapter 05 : Eksekusi [Baca]
  • Chapter 06 : Serangan Mematikan! Tinju Mabuk Laut [ Baca]
  • Chapter 07 : Petir Yang Membeku [Baca]
  • Chapter 08 : 5,000 Meter Sampai Ujung Kematian [Baca]
  • Chapter 09 : Keputusan Tsunade [Baca]
  • Chapter 10 : Hati [Baca]
  • Chapter 11 : Air Mata Es [Baca]
  • Chapter 12 : Bom Manusia [Baca]
  • Chapter 13 : Tangga ke Surga [Baca]
  • Chapter 14 : Perintah Pertama [Baca]
  • Epilog : Untuk Yang Terhormat Hokage Keenam [Baca]

Novel Kakashi Hiden: Hyōten no Ikazuchi Chapter 1 Bahasa Indonesia

Mei 31, 2015 0

NOVEL KAKASHI HIDEN BAHASA INDONESIA - CHAPTER 01 "KERAGUAN"

__ Penulis : Akira Higashiyama __
__ Ilustrasi : Masashi Kishimoto __
__ Sumber : Dunia Naruto Indonesia __

__ Novel Kakashi Hiden - Chapter 01 "Keraguan" __

Seperti biasa, Naruto sedang memegang mangkuk ramen, tiba-tiba mengeluarkan kepalanya keluar dari kedai Ichiraku. “Kakashi-sensei! Kakashi-sensei!” teriak Naruto.

Disisi lain, dari sudut pandang Kakashi, ia tidak merasa melihat Naruto. Setidaknya, tidak untuk saat ini. Dan kemudian, Kakashi mulai membuka dan membaca buku favoritnya, Icha Icha Tactic. Bab ketiga merupakan bab yang paling “Icha-Icha” dari seri buku tersebut. “Diam saja dan ikutlah denganku!” ajak Naruto. Kakashi pura-pura terhanyut dalam bacaannya, mencoba untuk mengabaikan komentar Naruto dan membiarkannya bagaikan angin lalu.

“Kakashi-sensei ‘tebayo!” teriak Naruto sekali lagi. Yah, meskipun begitu, untuk seseorang seperti Naruto, ia bukanlah tipe orang yang mengerti tentang sifat sentimentil seseorang, apapun yang terjadi.

“Ada yang salah? Aku terus memanggilmu… kau belum cukup tua untuk menjadi tuli, kan?“ ucap Naruto dengan kesal.

“Mm? Ah, Naruto?” jawab Kakashi, padahal dalam benaknya ia menghela nafas. “Ah, maaf.. aku sedang bingung karena buku ini, jadi aku tidak memperhatikanmu.. Oh! Bagaimana dengan tangan buatanmu?”

“Yah, masih agak kurang pas, tetapi…” sambil Naruto bicara, ia dengan canggung menggerak-gerakkan sumpit di tangan kanannya. “Aku juga tidak meminta terlalu banyak kok – tebayo."

“Oh, begitu.” sahut Kakashi.

“Selain itu, Kakashi-sensei, kau masih belum melakukan upacara pelantikanmu?” tanya Naruto.

“Eh?” Kakashi melangkah lebih dekat. “Yah, untukku, aku lemah untuk hal seperti itu.”

Belakangan ini Kakashi ditanyai tentang hal tersebut kemanapun Ia pergi, dan Ia akan sedikit menciut. Tentu saja, Kakashi sudah memantapkan dirinya untuk menjadi Hokage. Bagaimanapun, bagi dirinya sendiri, Kakashi berpikir bahwa ia sudah tidak memiliki kapasitas lagi sebagai seorang Hokage. Setelah upacara pelantikan selesai, ia tidak dapat kembali lagi. Sekarang Perang Dunia Shinobi Keempat telah selesai, jadi tak perlu untuk terburu-buru menjadi Hokage selanjutnya, kan? Kakashi terus memikirkan hal itu dalam benaknya.

"Tetapi bagaimana dengan Monumen Hokage, itu sudah selesai..” dengan menggunakan tangan kanannya secara canggung, Naruto dengan bisingnya menyedot ramennya.

“Tapi semua orang menantikan hal itu… pertama, siapa Hokage nya? Ini belum jelas, entah itu dirimu atau Tsunade. Kau memberi contoh yang buruk kepada desa lain – tebayo. Itulah inti dari pelantikan, kan?” jelas Naruto.

“Karena Tsunade-sama juga masih sehat. Dan juga bagiku...“

"Untuk Nenek Tsunade, dia sudah tidak cocok – tebayo.” potong Naruto. Naruto secara terus terang menyatakan hal keterlaluan dan tak terpikirkan seperti itu.

“Akibat perang terakhir kemarin, Nenek Tsunade berada di ambang kematian. Bagaimana caranya, maksudku ada beberapa jenis pekerjaan yang tidak dapat ia kerjakan secara maksimal.” ucap Naruto.

“Begitukah?” sahut Kakashi.

“Kurasa jika ia pergi tanpa tujuan di siang hari, dia mungkin minum sake... di tempat perjudian mencoba untuk memulai perkelahian. Ini adalah perang untuk dirinya sendiri di usia senjanya, tidakkah kau menyadarinya?” ucap Naruto sambil tertawa.

“Hey, kenapa kau harus membicarakan hal itu dengan antusias?” Hal ini bukanlah suatu bahan candaan bagi Kakashi. Setelah mengatakan hal tersebut, dari belakang Naruto muncul sebuah aura gelap haus darah yang tak biasa.

“Yah, Nenek Tsunade memang memiliki penampilan yang masih muda, tetapi ini dapat dimengerti bahwa ia secara bertahap akan menuju usia tua dan pensiun dalam waktu dekat, yah untuk bersenang-senang.” tambah Naruto.

“Eh... Err, seperti itu kah?” imbuh Kakashi.

Rasa haus darah tersebut semakin meningkat. Kakashi menjadi bingung.

“Tsu... Tsunade-sama, Aku rasa Ia masih mudah. Yeah. Kurasa begitu.” Kakashi gugup.

“Pada tingkat apa? Walaupun dari jauh, kau tidak tahu atau tidak perduli akan hal itu, tapi jika kau lihat lebih dekat, wajahnya itu dipenuhi oleh kerutan.” imbuh Naruto lagi.

“Whaa!” dalam pikiran Kakashi. “Jaga ucapanmu dan hentikan itu!”

Berbicara tentang suara yang berlebihan... Naruto bahkan seharusnya tidak perlu untuk berbicara tentang itu. Rasa haus darah itu semakin menjadi bertambah buruk.

“Mengapa kau terlihat begitu kebingungan, Kakashi-sensei?” tanya Naruto.

Sepasang mata yang mencolok bersinar dari belakang Naruto. Hanya Naruto yang tidak menyadarinya.

“Aku tidak dapat berbicara keras-keras. Belakangan ini, ia menjadi sangat pemarah. Kelupaannya juga sangat menyeramkan.” ucap Naruto lagi.

Dalam pikiran Kakashi “Matilah anak ini.”

Ketika Kakashi menutup matanya, Ia tidak melihat tinju Tsunade mendarat di kepala Naruto. Bam!! Suaranya bukan main, entah Kakashi ingin atau tidak, ia pasti mendengarnya.

“Siapa yang sangat pelupa?” kemarahan Tsunade menggema. “Aku menjadi pemarah, itu semua karena kau yang membuatku begitu!”

Ketika Kakashi membuka matanya, Ia melihat ada benjolan besar di kepala Naruto sambil tersungkur di tanah.

“Kakashi!” ucap Tsunade.

“Y...Ya!” jawabnya. Karena mata Tsunade yang bersinar menatap mereka, suara Kakashi menjadi terputus-putus. “A-Aku rasa Tsunade-sama masih cukup muda...”

“Kau masih belum memutuskan tanggal pelantikanmu?” ucap Tsunade.

Hening...

“Keraguan itu, aku mengerti betul.” ekspresi Tsunade melunak. “Karena aku juga pernah merasakannya.”

“Ya...” jawab Kakashi.

“Untuk menjadi seorang Hokage, Kau tidak dapat hidup seperti yang kau inginkan sebelumnya.” Tsunade menganggukkan dagunya ke arah Naruto yang sedang tersungkur di tanah. “Juga cepat atau lambat untuk si idiot ini, tidak akan bisa seenaknya sendiri.”

Kakashi terdiam mendengarkan Tsunade berbicara.

“Rokudaime Hokage bukanlah orang lain, tetapi hanya kau seorang.” ucap Tsunade. Naruto memang telah menjadi kuat, tapi seperti yang kau lihat, ia masih belum memiliki kaliber seorang Hokage. Selain itu, pada konferensi Lima Kage, bukankah sudah diputuskan bahwa kau akan menjadi Hokage?”

“Karena pada waktu itu, aku masih memiliki Sharingan” ucap Kakashi.

Hening...

“Semenjak kehilangan Sharingan, aku juga tidak dapat menggunakan Raikiri....” ucap Kakashi menambahkan. “Untuk Raikiri, itu karena aku memiliki penglihatan kinetik dari Sharingan. Itulah kenapa aku dapat menyelesaikan jutsu tersebut. Jika aku menjadi Hokage dengan keadaanku yang sekarang, bagaimana mungkin aku bisa melindungi Konoha? Itulah yang aku pikirkan.”

“Kakashi...” ucap Tsunade.

“Maafkan aku Tsunade-sama... tentang diskusi ini. Tolong tunggu hingga misi kali ini selesai.” dalam pikiran Kakashi.”Kau akan menjadi Rokudaime Hokage, Kakashi....” ia terbesit perkataan Obito dahulu. Setelah itu, ia diberikan Sharingan sebagai hadiah. “Buat apa aku ragu? Sejak awal Sharingan hanya dipinjamkan padaku untuk waktu yang terbatas, kan? Ahh... mungkin, aku terlau banyak bergantung pada Sharingan.” batinnya.

“Ia adalah pelindung Tobishachimaru ‘kan?” Tsunade mengganti topik pembicaraan. “Apakah orangnya cukup?”

“Mungkin di saat terakhir, baru dapat personil yang cukup. Tahun ini, sejak mereka bertugas di Houzukijyou, Tim Guy dan Tim 10 Shikamaru terus berada di sana.” jawab Kakashi.

“Houzukijyou... tapi mereka harus cepat memutuskan siapa raja Kaisar untuk kastil itu.” imbuh Tsunade.

“Untuk mencari seorang master seperti Mui, mereka mungkin tidak akan banyak menemukan seseorang sepertinya.” tambah Kakashi.

Beberapa tahun sebelumnya, dengan strategi gabungan antara Konohagakure dan Kumogakure, Houzukijyou ditumpas. Sebelum kastilnya dipulihkan dan para tahanan dikendalikan dengan jutsu yang disebut Tenrou no Hijutsu (Jutsu Rahasia Penjara Langit) oleh Kaisar kastil, Mui. Di tengah menjalankan strateginya, Mui kehilangan nyawanya. Semenjak itu, Konoha, Suna, Kumo, Iwa dan Kiri, saling bergantian untuk menjadi penjaga penjara.

“Untuk Naruto, semenjak ia perlu menjaga desa, kali ini para Jounin akan menemaniku dalam misi. Yah, karena kita hanya menjadi penjaga upacara, seharusnya tidak ada masalah. Bahkan jika kapalnya terbang, itu masih tugas kita.” jelas Kakashi.

“Hal ini mengingatkanku, bukannya Guy berkata bahwa ia ingin melakukan misi ini? Dengan kakinya yang seperti itu, iya tidak seharusnya berkata demikian.” kata Tsunade.

“Seperti biasanya, ia hanya ingin melihat kapal terbang.” ucap Kakashi. “Jika ini Guy, ia mungkin akan pergi ke Nami no Kuni (Negeri Ombak) dengan kursi rodanya.”

“Kapal terbang... Cerita yang luar biasa, bukan? Saat ini, kelihatannya keberadaaan Tobishachimaru adalah rahasia untuk negara lain, bagaimanapun...” ucap Tsunade.

“Ehh, ini akan segera diketahui secara luas. Jika informasi tentangnya bocor, hal ini akan segera diminta oleh tiap desa dari tiap negara. Mereka akan mencoba untuk mencuri teknologi Tobishachimaru dari Nami no Kuni.” tambah Kakashi.

Sejenak, dalam benak Kakashi, ia mengumpulkan semua pemikirannya. Mengenai izin dari langit dan bagaimana sesama shinobi menipu satu sama lain, pembunuhan bersama mungkin akan dimulai, atas hak ke langit.

__ Novel Kakashi Hiden - Chapter 01 "Keraguan" __

__ Bersambung Ke Novel Kakashi Hiden Chapter 02 __

Novel Kakashi Hiden: Hyōten no Ikazuchi Prolog Bahasa Indonesia

Mei 29, 2015 0


NOVEL KAKASHI HIDEN BAHASA INDONESIA - PROLOG "ORDE BARU"

__ Penulis : Akira Higashiyama __
__ Ilustrasi : Masashi Kishimoto __
__ Sumber : Versiteks.com __

__ Novel Kakashi Hiden - Prolog "Orde Baru" __

Didukung oleh angin kuat di langit, 500 meter di atas permukaan tanah, Sai membalikan tubuhnya.

"Ahh." ucap Naruto. Ia menatap ke markas musuh yang berada jauh di bawahnya.
"Tak akan ada masalah'ttebayo!!"
"Tapi, tanganmu masih..."
"Untuk orang-orang seperti mereka, satu tangan sudah cukup'ttebayo!!"

Menciptakan burung besar dengan Chouju Giga, di bawah lindungan gelapnya malam, mereka tak terlihat dari bawah sana.

Namun, dari sudut pandang Naruto, ia bisa melihat permukaan dengan sempurna.

Meskipun sudah tengah malam, mereka bisa melihat musuh bersembunyi di lembah gunung-gunung yang kasar, dengan asap dari obor penjaga malam yang masih berkobar.

Terlihat shinobi pengintai berjalan di sekitar tempat itu. Tebing batu terjal di sepanjang garis pegunungan yang mirip tempat menaruh jarum. Merasakan udara dingin cahaya bulan, kelembaban itu membuat mereka tampak semakin basah.

"Tepat sekali, strategi benteng pertahanan alami..." Sai menjawab apa yang ada di pikiran Naruto.
"Bagi Garyo untuk bergerak berulang-ulang di tempat yang sama seperti itu, eh?"
"Gara-gara strategi itu, orang-orang dari Negeri Ombak terbunuh."

Naruto menggertakan erat gigi belakangnya.

Banyak hal telah berlalu semenjak Perang Besar Dunia Shinobi, ini adalah malam September dengan angin yang kencang.

Sambil berdesis kecil, angin terus bertiup melalui lembah. Perlahan menyelinap ke dalam area mereka, Sai dan Naruto menunggangi burung besar. Sambil terbang berputar dalam lingkaran raksasa, mereka masih merasa kalau markas persembunyian Garyo berada tepat di bawah mereka.

"Ini bukanlah sesuatu yang perlu dipikirkan terlalu dalam, Naruto. Dengan terjadinya Perang Besar Dunia Shinobi Keempat, bukan berarti itu merupakan perang terakhir dari seluruh umat manusia."

"Dan malah, orang-orang yang simpati dengan ideologi Madara mulai bermunculan."

Sebelum Sai mengatakannya, Naruto melompat dari punggung burung besar itu.

"Garyo-sama dengan mereka, kan?"

Booooooom!

Bersamaan dengan suara yang terdengar memotong udara, Naruto meluncur dari langit malam. Ia menciptakan silang dengan jari telunjuk dan jari tengah tangan kirinya. Akibat pertarungannya dengan Sasuke, ia kehilangan tangan kanannya. Ini adalah metode terbaru yang digunakan untuk merapal segel.

"Tajuu Kage Bunshin no Jutsu!"

Boof! Ketika para penjaga menyadari itu adalah Naruto yang menciptakan gelombang dari balik asap mereka sendiri, sudah terlambat karena para kage bunshin telah mengepung persembunyian Garyo.

"Serangan musuh!" Suara marah dari mana-mana.

"Lindungi Garyo-sama!"

Dari pondok yang mereka bangun di tebing yang curam, dan dari banyaknya gua yang ada di sana, shinobi musuh bermunculan.

Para kage bunshin melempar kunai, membuat beberapa orang terjatuh dalam waktu yang bersamaan. Naruto diserang oleh musuh yang berada di belakangnya. Dengan bunyi letusan, asap menyebar dan bunshin itu menghilang.

Dari pusat persembunyian musuh yang lapang, suasanya yang mencekam mengubahnya menjadi medan pertempuran.

Naruto memperhatikan sekitar. Sebelumnya, ia mendapat informasi dari Kakashi untuk menyelidiki sebuah gua.

Yang dimaksud adalah gua dimana batu tajam yang menyerupai dua taring terpaku di pintu masuknya. Gua itu adalah satu-satunya jalan untuk keluar masuk persembunyian Garyo, mengingat tempat itu dikelilingi oleh gunung-gunung curam yang jumlahnya banyak. Itulah yang Kakashi informasikan.

"Kalau begini... kalau dia berniat untuk meloloskan diri, dia tak punya pilihan lain selain menggunakan gua itu'ttebayo!"

Gua itu adalah tempat dimana kage bunshin dan musuh sebelumnya bertarung mati-matian.

Bagian dalam gua itu seperti mulut makhluk buas yang memperlihatkan seluruh taringnya. Sekelompok shinobi melindunginya. Seorang lelaki kecil mencoba untuk kabur. Terdengar bunyi samar dari pakaiannya yang terseret...

"Garyoooooo!"

Teriakan Naruto bergema di antara bebatuan.

"Kau! Aku tak akan membiarkanmu kabur!"

Sebelum gema suara itu menghilang, musuh menghalangi jalan Naruto. Seorang shinobi yang dibalut pakaian putih salju muncul. Wajahnya tertutup oleh topeng dengan motif lengkungan.

"Jangan menghalangi jalanku'ttebayo!"

Naruto langsung melempar kunai ke arahnya.

Namun, sesaat setelah ujung kunai Naruto hendak mengenainya, shinobi bertopeng itu menghilang layaknya kabut. Langsung setelahnya, Naruto sadar orang itu sudah bersiap untuk menyerang punggungnya.

"Hyoton: Jisarenhyou!"

Bagian belakang tubuh Naruto dibuat beku.

Akibat serangan itu Naruto terjatuh, namun masih belum cukup untuk membuatnya ambruk.

Naruto berusaha bangun dengan tunjangan kakinya. Ia bangkit, mengacungkan kunai untuk menghadapi lelaki bertopeng itu... Tidak, ia mencoba untuk melakukan itu. Tapi ia tak bisa melakukannya

"A-apa? ttebayo..."

Muncul perasaan seolah terdapat luka gores di dalam tubuhnya. Selanjutnya, perasaan itu berubah menjadi rasa sakit yang sangat tajam.

Biki, biki...bikibikibikibiki! suara daging yang mulai membeku secara perlahan.

Serpihan es yang jumlahnya tak terhitung mulai tumbuh di dalam aliran darahnya. Bagian dalam tubuhnya tampak mulai terpecah menjadi serpihan.

"Uhhhhhh..."

Naruto mengerang dan berlutut. Nafas putih keluar dari mulutnya.

Meskipun udara malam pegunungan itu dingin, ini masih bulan September. Namun, gigi Naruto benar-benar bergetar. Suhu dingin yang teramat di dalam tubuhnya membuatnya menggigil.

Karena ia diserang di bagian punggung oleh lelaki bertopeng, proses pembekuan menyebar cepat ke seluruh tubuhnya. Menyebar hingga menyelimuti seluruh bagian tubuhnya, termasuk tangan dan kaki, kemudian mulai berlanjut ke wajahnya.

Bikibikibiki

Naruto mencoba untuk menggerakan tubuhnya, namun hanya mampu menjatuhkan sebagian kecil es yang melapisinya. Es-es itu terjatuh dari tubuhnya, namun ikatan es sisanya yang begitu kuat membuat Naruto benar-benar tak bisa bergerak.

Lelaki bertopeng itu tak mempedulika es yang menyelimuti Naruto dan kembali ke sisi Garyo.

"Garyo-sama, sebelah sini."

Akan tetapi, Garyo tak mencoba untuk bergerak. Sebaliknya, tiga orang yang melindungi Garyo terjatuh dengan suara menderik.

"!?"

Tampak telah terjadi sesuatu pada mata musuh, yang berada di bawah topeng bermotif lengkungan.

Dari balik kegelapan di belakang Garyo, tangan muncul secara tiba-tiba, tangan yang dengan erat memegangi sebuah kunai.

"Kalau dipikir-pikir, samar-samar aku mengingat kalau Haku juga menggunakan topeng yang sama." Naruto menodongkang kunai di leher target.

"Sesuatu seperti jutsu tadi... Kau... Kau itu ninja pelarian dari Kirigakure, kan?"

"Seperti dugaanku, tadi itu bukan tubuh asli..." ucap shinobi bertopeng, sambil menatap sekilas lewat pundaknya ke arah Naruto yang telah ia bunuh sesaat yang lalu.

"Mengingat kalau kau adalah Uzumaki Naruto, orang yang telah mengalahkan Uchiha Madara, semua seranganku pasti tak ada artinya."

Poof! Kage bunshin Naruto yang terkurung dalam es kemudian menghilang. Lalu, es-es yang menyelimutinya jatuh secara bersamaan dan menciptakan bunyi yang dingin.

Naruto dan musuh saling memandang.

"Kembalikan Garyo-sama...!"

"Tidak mungkin'ttebayo!" Naruto menatap tajam shinobi bertopeng itu.
"Gara-gara kalian, ratusan orang dari Negeri Ombak mati."

"Itu semua demi idiologi kami."

"Ideologi Madara? Masih ada ya sisa ideologi itu setelah perang.."

"Itu adalah kesalahan Madara,." Garyo memotong perkataan Naruto.

"Dia memasukan seluruh dunia ke dalam Mugen Tsukuyomi."

Naruto mempererat todongan kunainya pada leher lelaki kecil gelap itu. Namun tubuh musuh seolah dibalut oleh kesetiaan ambisius, yang membuat ancaman Naruto untuk memotong lehernya bukanlah apa-apa.

Rambut putih panjangnya ia ikat hingga membentuk suatu jalinan. Jenggot putih tumbuh di wajahnya. Di dalam satu-satunya sisi matanya yang berbentuk almond, lumpur yang tampak putih.

"Namun, keinginan sesungguhnya dari Madara tidaklah salah."

Bersamaan dengan bunyi ujung pakaiannya yang dihembuskan oleh angin, Garyo melanjutkan kata-katanya.

"Bosan dengan konflik yang terjadi du dunia. Demi menjalankan suatu keadilan yang tak tertandingi, tak ada pilihan lain selain menggunakan Mugen Tsukuyomi. Tentu, Madara sudah mati. Begitu juga dengan rencana untuk menggunakan Mugen Tsukuyomi. Gara-gara Uchiha Sasuke, rencana itu benar-benar telah hilang untuk selama-lamanya. Namun, ide itu sendiri belum mati. Meskipun harus menggunakan cara lain untuk melakukannya, langkah demi langkah, kami pasti akan bisa mewujudkan keinginan Madara. Aku sangat percaya."

"Hal-hal seperti apa yang kalian rencanakan'ttebayo?"

"Apa itu keadilan yang tak tertandingi? Jawabannya adalah persamaan hak atas semua manusia."

"Ketidak bahagiaan dunia ini semuanya disebabkan oleh ketidaksamaan. Jadi untuk menerapkan persamaan itu, apa yang harus kami lakukan? Tak lain adalah dengan mengontrol kebebasan individu. Kebebasan untuk membuat uang, kebebasan untuk memiliki sesuatu lebih dari orang lain, atau kebebasan bagi orang lain untuk menjadi lebih dari yang lain... Kami bertarung untuk mengendalikan kebebasan itu. Jika eksperimen kami berjalan dengan lancar, tak lama lagi negara lain juga akan menyetujui maksud kami. Untuk sampai pada titik dimana seluruh kebebasan di dunia ini berada di bawah kendali. Tak salah lagi ini adalah maksud sesungguhnya dari idealisme Uchiha Madara. Karenanya, ini akan menjadi orde baru dunia."

"Dan untuk itu, kalian memilih Negeri Ombak sebagai tempat eksperimen?"

Suara Naruto keluar dari getaran di gerahamnya.

"Di negeri ini, mereka tak memiliki desa ninja atau semacamnya. Membunuh orang yang bahkan tak bisa bertarung..."

"Dari awal, negeri ini sudah damai. Kelihatannya kalianlah yang justru membawa kebencian dan keputusasaan."

"Selama ketidaksetaraan masih ada di dunia ini, tak akan ada negeri yang tak memiliki rasa kebencian dan keputusasaan."

Lengan kanan pakaian Naruto berkibar dihempaskan angin yang makin kencang masuk melewati gua itu, bagaimanapun sudah tak ada lagi tangan di balik kain itu.

"Di negeri ini, tak ada desa ninja. Itulah kenapa banyak ninja pelarian berkumpul di tempat ini. Para shinobi pelarian yang berdatangan ke Negeri Ombak ini akan saling membunuh jika shinobi lain menyinggung mereka. Para shinobi akan bersembunyi, sementara orang biasa menjalani hidup sampai tua. Misi hidup mereka sudah jelas: menjalani kehidupan normal layaknya manusia biasa. Namun bagi para shinobi ini, sejak kecil mereka sudah dilatih untuk saling membunuh, namun mereka tak melanjutkannya."

"Jadi apalagi yang bisa para shinobi ini lakukan? Orang-orang Negeri Gelombang mamandang rendah mereka. Orang-orang berpikir bisa membeli harga diri mereka dengan uang. Ketika mereka butuh kekuatan tempur, mereka mengeluarkan uang mereka dan berpikir untuk menyewa orang-orang sepertimu. Tanpa perlu mengotori tangan sendiri. Berpikir kalau semuanya bisa diselesaikan dengan uang. Uang! Uang! Uang! Orang-orang yang tak memiliki uang bahkan tak mendapat perlakuan yang layak untuk manusia. Rekan yang saat ini kau lawan juga pasti mengerti rasanya."

Naruto mengarahkan matanya pada shinobi bertopeng.

"Putraku disengat oleh lebah dan dilarikan ke rumah sakit. Tak ada dokter di sana. Di rumah sakit berikutnya juga tak ada. Bahkan yang selanjutnya juga. Tak ada satupun. Dan ketika kami menemukan tabib yang tak jelas, yang mengaku sebagai dokter, putraku telah kejang-kejang dan berada di pinggir garis kematian."

"Tentu saja, mantra-mantra dan sebagainya itu tak berguna sama sekali untuknya. Kalau saja ia mendapat penanganan medis yang cepat, mungkin dia masih bertahan hidup. Namun semua petugas medis menghilang dari Negeri Ombak. Menurutmu alasannya karena apa?"

Kata-kata Garyo berhenti sejenak sampai situ. Ia menarik nafas pelan lalu dengan perasaan yang sangat sakit berteriak.

"Karena Perang Besar Dunia Ninja Keempat, demi mengobati para shinobi yang terluka, lima negara besar menyewa mereka semua"

"!"

"Kalaupun ada kedamaian di Negeri Ombak, itu karena orang-orang miskin dan tak berdaya dijadikan sebagai korban. Ini adalah kedamaian yang dibangun di atas tumpukan uang kertas." ucap Garyo. "Dan kau, kau benar-benar bisa bilang kalau tak ada kebencian dan keputusasaan di negeri ini, eh?"

Naruto tak mengatakan apa-apa dan malah menutup mulutnya. Sementara shinobi bertopeng itu, ia menunduk menancapka telapak tangannya ke permukaan tanah.

"Hyoton: Jisarenhyou!"

"!?"

Permukaan tanah terbelah dari bawah. Untaian tetesan es yang tak terhitung jumlahnya keluar dan menyebar menutupi pintu keluar gua itu.

"Teknik Jisarenhyou milikku, meski sesuatu hanya memiliki sedikit kelembaban, aku bisa membekukan apapun." Suara di luar topeng topeng itu meredup, dan pecah. "Dengan ini, tak ada jalan lagi bagimu untuk pergi... Kembalikan Garyo-sama."

Shinobi musuh secara bertahap mulai mengepung.

"Aku ikut berbelasungkawa atas apa yang putramu alami, tapi... Aku tak setuju dengan apa yang sudah kau lakukan'ttebayo." ucap Naruto. "Karena mencoba untuk mencapai kedamaian dan membunuh orang, apa kau pikir orang yang lain akan senang? Dengan itu, kebencian baru justru akan muncul'ttebayo."

"Tak akan ada hasil jika tanpa pengorbanan," ucap musuh dari balik topengnya. "Demi mewujudkan order baru dunia ini. Ini adalah sesuatu yang hanya bisa diwujudkan lewat penderitaan."

"Kenapa kalian terobsesi sekali dengan hal-hal seperti itu'ttebayo.."

"Aku tak mau berdebat denganmu di sini."

"..."

"Kalau kau tak mau mendekatiku, maka aku akan menggunakan caraku sendiri."

"Ini sulit, tapi aku tak mau bertarung melawanmu." Tanpa mengatakan apapun Naruto membawa Garyo dengan satu tangan. Menghentak tanah dan melompat kabur lewat langit-langit gua.

"Ingin melarikan diriki?" Terlambat satu langkah, shinobi bertopeng ikut melompat ke udara. Dalam keadaan tubuh melayang, musuh dengan cepat merapal segel jutsu.

"Hyouken no Jutsu!"

Suara seperti kaca yang pecah terdengar di antara pegunungan. Kelembaban atmosfer bergabung. Pisau es yang jumlahnya sangat banyak meluncur ke arah Naruto. Ujung pisau es yang begitu tajam memantulkan sinar cahaya bulan.

Hampir saja terpotong oleh tebasan pisau es itu, pusaran angin hitam menangkap Naruto dan Garyo.

Piiiii~ Bunyi burung yang bergema di antara lembah.

Shinobi bertopeng mendarat, dengan mata yang pucat melihat ke arah burung hutam yang telah menculik Garyo.

"Nice timing dattebayo!"

"Semuanya baik-baik saja, kan?"

Lalu di balik pungung burung raksasa, Naruto dan Sai melakukan tos.

(Scene Berubah)

"Sejak saat itu, sudah lebih dari 6 tahun ya... Waktu itu, aku masih 12 tahun! Kami tim tujuh sedang dalam sebuah misi' dattebayo. Guru Kakashi, dan Sakura-chan, dan si Sasuke itu juga ikut.."

"Tidak lebih dari 6 tahun."

Inari membenarkan kata-kata Naruto. Inari masih 14 tahun, namun kelihatan lebih dewasa dari umurnya. Di pinggangnya, sebuah palu dan gergaji tergantung.

"Tapi bahkan kak Naruto..."

"Maksudmu tangan kanan ini?"

Inari mengalihkan matanya. Setelah pertarungan melawan Sasuke, Naruto kehilangan tangan kanannya dari ujung sampai ke lengan atas.

"Tentang ini, ini bukan masalah'ttebayo!" Naruto membuka lebar mulutnya dan tersenyum. "Karena ini, aku memperoleh sesuatu yang jauh lebih berharga."

"...Apa kau memang selalu seperti ini?"

"Saat ini, nenek Tsunade sedang membuat palsu untukku'ttebayo, jadi tak perlu khawatir Inari."

"Begitu ya..."

"Ngomong-ngomong, apa yang sudah terjadi pada Negeri Ombak?"

"Dulu, ketika aku bertemu kak Naruto, aku kakekku akhirnya berhasil membuat jembatan yang hebat. Kupikir dengan itu semua orang akan senang." Inari tersenyum kecil.

"Tapi, karena jembatan itu, perdagangan meningkat drastis, orang kaya bertambah banyak, dan mereka hanya peduli dengan uang. Sama seperti Gato, mereka adalah orang-orang yang akan melakukan apa saja untuk uang, dan saat ini mereka sudah benar-benar parah."

"Aku yakin bisa dengan berani membicarakan masalah ini denganmu.."

"Ketika Pain menghancurkan Konohagakure, ketika kami datang untuk ikut membantu melaksanakan pembangunan."

"Waktu itu Konoha begitu sibuk, tak ada waktu luang untuk kami membicarakan masalah ini... tapi sekarang, yah, beginilah kondisi Negeri Ombak saat ini."

Dalam hening, Naruto berdiri untuk makin dekat dengan nisan Momochi Zabuza dan Haku. Dari kayu, nisan yang dibuat hanya tanda seadanya. Enam tahun benar-benar sudah berlalu. Waktu itu, di dekat makam Zabuza, Kakashi menancapkan Kubikiribouchou. Rekan Sasuke, Suigetsu telah mengambilnya.

Angin sepoi berhembus di balik rumput, dan bunga liar ikut terkena hembusannya.

Naruto tentu sudah makin dewasa.

"Lalu, bagaimana kabar kakek Tazuna? Apa dia baik-baik saja?"

Meski sempat ragu Inari akhirnya mengatakan ap yang ada di pikirannya.

"Dengan selesainya sentuhan akhir Tobishachimaru, ia selalu bermalam di pelabuhan galangan kapal."

"Apa dia sedang membangun kapal baru?"

"Bisa dibilang begitu, tapi yang ia buat adalah kapal yang bisa terbang di udara."

"Untuk?"

"Untuk Negeri Ombak, ia mencoba untuk membangun sistem tranportasi. Kalau Tobishachimaru selesai, Negeri Ombak akan menjadi salah satu yang teratas dalam hal transportasi. Sampai saat ini, butuh berhari-hari untuk mengirim barang dengan kapal. Tapi lewat jalur udara, mungkin bisa dikirim dalam waktu yang singkat."

Dari nada bicara Inari, meski cerita tadi tampak seperti kabar bagus, namun yang sebenarnya terjadi adalah kebalikannya. Seperti sesuatu dalam diri Inari menolak itu semua.

"Sebenarnya, ini rahasia, tapi untuk kak Naruto, kurasa aku bisa membicarakannya. Kalau satu unit telah selesai dibuat."

"Para petinggi Negeri Ombak akan diundang, karena ini akan menjadi menjadi pengalaman penerbangan perdana. Kami akan memperlihatkan Tobishachimaru yang luar biasa pada orang-orang. Kami akan mengumpulkan lebih banyak lagi uang. Tapi kalau uangnya sudah terkumpul banyak, kami akan membangun kapal lain lagi, dan mencoba untuk mencakup pasar di lima negara besar. Meskipun ini masih rahasia, saat kakek dan krunya melakukan penerbangan, ke desa konoha, kurasa mereka akan meminta bantuan shinobi Konoha untuk melindunginya."

"Aku tahu beberapa shinobi yang bisa terbang di langit, tapi apa iya ada kapal yang bisa terbang?"

"Selama lima negara besar menghabiskan waktu mereka pada peperangan, Negeri Ombak terus mengembangkan teknologi baru."

"Apa ukurannya besar?"

"Yang kakek dan krunya buat saat ini, kurasa bisa mengangkut sekitar 50-60 penumpang. Kalau ada uang, kami mungkin bisa membuat yang lebih besar lagi."

"Tapi, bagaimana mungkin kapal bisa terbang'ttebayo?"

"Bayangkanlah itu seperti balon raksasa." ucap Inari. "Diisi dengan gas yang lebih ringan dari udara, dan di bawahnya orang-orang dan barang bawaan bisa ditaruh di dalam keranjang besi... mirip gondola. Untuk menggerakannya, di bagian belakang dipasangi enam baling-baling."

Dalam bayangan Naruto, yang tergambar adalah keranjang bambu yang diatasnya terdapat balon-balon yang jumlahnya banyak. Lalu saat melayang di udara, tiba-tiba saja entah dari mana kawanan gagak muncul dan mematuk-matuk balon tersebut. Pan-pan~~ membuat balonnya meletus.

Orang-orang di dalam keranjang bambu itupun berjatuhan.

"Aku tidak mau sama sekali menaiki hal seperti itu'ttebayo." ucap Naruto sambil gemetaran. "Tapi sampai mengundang para petinggi, apa ini benar-benar aman?"

"Tentu sudah dilakukan banyak percobaan.."

"Jadi? karena hasil dari percobaan itu kau begini, Inari?"

"...eh?"

"Bisa dilihat dari wajahmu'ttebayo." Naruto mengangkat bahunya, "Memang benar, kita tak butuh kapal yang bisa terbang."

"...ya" Inari menundukan matanya. "Kalau proyek Tobishachimaru selesai, negeri Ombak akan menciptakan banyak uang.."

"Apa kau tak bisa menerimanya?"

"Itu bukan masalah, tapi..."

"Tapi, bagi para pekerja yang membuat Tobishachimaru, kupikir banyak dari mereka akan pergi setelah proyek ini selesai." Inari mengangkat wajahnya dan memandang ke arah Naruto, "Dari awal, kami penduduk Negeri Ombak mendapat penghasilan dari bisnis angkut barang. Orang-orang mengangkut barang dengan pundak mereka, mengangkut barang dengan kapal laut. Mereka mungkin akan kehilangan pekerjaan mereka. Lalu, apa yang akan terjadi? Orang-orang akan mulai membenci Tobishachimaru. Dan kami yang telah menciptakan hal semacam itu, mereka akan membenci kami juga."

...

"Uang! Uang! Uang!" ingatan tentang suara Garyo berdengung di telinga Naruto. "Kalaupun ada kedamaian di negeri ini, itu karena orang-orang miskin dan tak berdaya dijadikan sebagai korban. Ini adalah kedamaian yang dibangun di atas tumpukan uang kertas."

"Ngomong-ngomong, terimakasih karena sudah menangkap Garyo." melihat ekspresi serius Naruto, Inari mengubah pembicaraannya. "Orang-orang itu, sejak awal mereka sudah menentang pembangunan Tobishachimaru. Mereka sering melakukan pembunuhan terhadap pekerja, membunuh orang-orang... Garyo akan dikirim ke Houzukijyou, kan?"

"Ahh... begitu kurasa."

Tentang Houzukijyou, lima negara besar bekerja sama untuk menanggung biaya pengerjaannya. Dibangun di Kusagakure, merupakan suatu institusi tempat mengurung para tawanan. Dan tentu, lima negara besar ikut andil dalam mengelolanya.

Beberapa tahun sebelumnya, Naruto sempat mendapat misi untuk menyusup ke Houzukijou. Dan pada akhir misi, Houzukijou hancur. Perbaikan pun dilakukan. Karena itu, Inari dan para pekerja Negeri Ombak tahu tentang tempat itu.

"Kalau tak salah, Naruto-niichan, kau pernah dibawa ke Houzukijyou kan? Pasti di sana kau sempat mengintip pemandian para gadis.."

"Itu cuma untuk menjalankan misi!"

Melhat mata Naruto mendadak terbuka lebar begitu, Inari tertawa. Naruto pun ikut tertawa.

"Yah, hal-hal di dunia ini terus berubah'ttebayo." ucap Naruto. "Uang, kunai, ninjutsu, tergantung bagaimana cara memanfaatkannya, kurasa tak ada yang lebih baik atau lebih buruk."

Inari mengangguk.

"Kalau bisa memanfaatkan uang dengan benar, banyak orang pasti akan bisa diselamatkan''ttebayo." ucap Naruto. "Tapi bagaimana caranya, aku tak tahu. Aku rasa menangkap orang-orang seperti Garyo, itu bukan cara yang terbaik, kan?"

__ Novel Kakashi Hiden - Prolog "Orde Baru" __

__ Bersambung Ke Novel Kakashi Hiden Chapter 01 __
x

Entri yang Diunggulkan

my favourite interior trends this season